BOYOLALI, – Dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah, MDMC Boyolali bersama MDMC Surakarta kembali mengadakan kegiatan lingkungan bertajuk “Operasi Gabungan: Merbabu Hijau 113” di Dusun Tempel, Desa Jrakah, Selo, Boyolali, pada Ahad (9/11).
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pipanisasi tahun sebelumnya dan kali ini berfokus pada pelestarian sumber air Tuk Suci, sumber utama bagi warga Dusun Tempel. Dengan tema “Ekspedisi Pelestarian Tuk Suci sebagai Sumber Air Dusun Tempel”, para kader Muhammadiyah menunjukkan komitmen untuk menjaga kelestarian alam serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi lingkungan di kawasan Merbabu.
Program yang digagas MDMC Surakarta dan Boyolali ini mendapat dukungan dari PCM Selo, Lazismu Boyolali, serta sejumlah komunitas pecinta alam Solo Raya. Sebanyak 113 bibit pohon keras ditanam di area tangkapan air Tuk Suci sebagai simbol Milad Muhammadiyah ke-113 dan wujud nyata partisipasi dalam Bulan Pengurangan Risiko Bencana.
Ketua MDMC Surakarta, Teguh Wahyudi, menyampaikan bahwa ekspedisi ini menjadi bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap isu lingkungan.
“Kegiatan ini tindak lanjut dari pipanisasi tahun lalu sekaligus hadiah untuk Milad ke-113. Penanaman pohon diharapkan dapat memperbesar debit air dan mengurangi risiko longsor di sekitar Tuk Suci,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi semangat para relawan lintas komunitas yang tetap berpartisipasi meski hujan mengguyur.
“Sinergi yang berlandaskan keikhlasan seperti ini luar biasa. Semoga bisa terus berlanjut di daerah lain,” tambahnya.
Dari pihak MDMC Boyolali, Kresna Setiyawan menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme peserta yang datang dari berbagai unsur seperti HW UMS, Malimpa UMS, KamaFT UMS, Granat Rescue, Forum Lingkar Hijau, hingga Pendaki Muslim Solo Raya.
“Kami bangga dengan semangat teman-teman semua. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk terus berkolaborasi dalam isu lingkungan,” ujarnya.
Warga Dusun Tempel pun menyambut baik kegiatan ini.
“Muhammadiyah sudah banyak membantu kami. Semoga menjadi amal jariyah untuk semuanya,” tutur Sunarto, Ketua RT setempat.
Kepala Resor Selo Balai Taman Nasional Gunung Merbabu turut memberikan apresiasi kepada MDMC atas kontribusinya dalam menjaga daerah tangkapan air.
“Menanam pohon berarti menyimpan air untuk masa depan, karena setiap akar adalah penjaga mata air,” ungkapnya.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat para peserta berbagi pengalaman di lapangan. Aldiansah dari HW UMS menilai kegiatan ini menambah wawasan konservasi, sedangkan Taufiq dari Malimpa UMS menyebut ekspedisi ini “seru dan berkesan.”
Melalui aksi “Merbabu Hijau 113”, Muhammadiyah menegaskan bahwa dakwah bukan hanya di mimbar, tetapi juga melalui tindakan nyata menjaga bumi. Kolaborasi lintas kader dan komunitas ini memperlihatkan peran Muhammadiyah dalam mendorong solusi lingkungan yang berkelanjutan.
Dengan semangat Milad ke-113, para relawan berharap penanaman pohon di kawasan Tuk Suci mampu menjaga keberlanjutan sumber air dan membawa manfaat bagi masyarakat lereng Merbabu dalam jangka panjang.