Jumat, 11 Sep 2026
Suara Kobeng | Aspirasi, Berani dan Aksi
SAMBUT TANGGAP DARURAT KEBAKARAN PUTRI CEMPO, MDMC PDM KOTA SURAKARTA AKTIFKAN POS PELAYANAN TANGGAP DARURAT
Penulis: Bams
SOSIAL - 10 Sep 2026 - Views: 38
image empty
Media MDMC PDM Kota Surakarta

SURAKARTA – Sejak tanggal 2 September 2026 petang hingga sekarang TPA Putri Cempo Mojosongo terbakar yang belum diketahui penyebabnya. Api yang hampir melahap 4 blok ini membuat wali kota Surakarta, Respati Ardi mengambil keputusan untuk mengaktifkan status Tanggap Darurat mulai tanggal 3 September 2026 hingga 16 September 2026 mendatang. Menurut informasi di lapangan, bahwa ratusan personil yang terdiri dari instansi pemerintah baik BPBD Kota Surakarta, Kansar Solo (Basarnas), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, tidak tertinggal unsur TNI maupun Polri yang didatangkan dari Soloraya ikut terlibat untuk mengendalikan api di lokasi kebakaran. Bahkan kejadian ini pun mendapatkan BKO dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Selain dari instansi pemerintahan, kejadian ini juga melibatkan potensi SAR / Relawan di kota Surakarta, termasuk Muhammadiyah melalui MDMC PDM Kota Surakarta.

MDMC PDM Kota Surakarta : Aktifkan Posyan !

Setelah melalui pengkajian terhadap dampak dari kebakaran di TPA Putri Cempo, MDMC Kota Surakarta turut ikut ambil bagian untuk merespon kejadian tersebut dengan mengaktifkan Pos Koordinasi (PosKoor) yang beralamatkan di Mako MDMC PDM Kota Surakarta dan Pos Pelayanan (PosYan) yang berlokasi di salah satu masjid wakaf Muhammadiyah yaitu Masjid Miftahul Jannah Bonoroto, Mojosongo, Jebres, Surakarta. Masjid yang juga milik PRM Mojosongo utara. Teguh Wahyudi, Ketua MDMC Surakarta menyampaikan bahwa hal ini merupakan respon yang high risc (resiko tinggi), “Ya setelah kami melakukan kajian dampak kebakaran di TPA Putri Cempo, ini cukup beresiko tinggi mengingat residu yang timbul sebab berbagai macam sampah yang terbakar. Kami menetapkan di masjid ini sebagai posyan selain masuk dalam zona aman juga sarana membangunkan Jamaah tangguh dan unsur ranting yang terlibat, Alhamdulilah mendapatkan sambutan yang luar biasa”.

Dukungan oleh PCM dan PRM serta Takmir Masjid MIftahul Jannah

Sumanto, selaku Ketua LPCR PM PDM Kota Surakarta menyambut baik tentang sinergitas yang terjalin antara Lembaga, dan Majelis di persyarikatan Muhammadiyah, “Kami menyambut baik apa yang diupayakan oleh MDMC PDM Kota Surakarta. Langsung kami koordinasikan dengan PCM Jebres, PRM Mojosongo, PRM Mojosongo Utara, PRM Mojosongo Timur tak lupa takmir masjid Miftahul Jannah untuk bersatu menyambut dan mendukung program ini”.

Kolaborasi Lintas Majelis, Lembaga, Ortom

Dalam memaksimalkan One Muhammadiyah One Response (OMOR), MDMC PDM Kota Surakarta juga mengaktifkan kolabrasi lintas Majelis, Lembaga, dan ortom. Melalui rapat koordinasi yang dihadiri oleh unsur AMM mulai dari PDPM, PDNA, PC IMM, PD IPM, dan Kwarda HW PDM kota Surakarta. Menariknya dalam respon kali ini, juga mendapatkan penebalan pasukan dari MDMC dan Lazismu PDM Kab Karanganyar. Semakin menambah nafas panjang dalam pergerakan saat masa tanggap darurat.

Koordinasi dengan MLO PDM Kota Surakarta

Saat ditanya kembali tentang program yang akan di jalankan dan massa tanggap darurat pos pelayanan, Teguh kembali menutarakan bahwa ini akan berlangsung kurang lebih 10 hari, “ya ini akan kita mulai pada hari ini, tanggal 7 sampai 16 September 2026 dan akan memfokuskan untuk Medis bagi penyitas tidak menutup kemungkinan dengan cluster baru yang di tetapkan pasca assesment lanjutan juga melihat masa transisi pascatanggap darurat”

Menurut sumber informasi di pusdatin poskoor MDMC PDM Kota Surakarta, MDMC Surakarta membuka peluang donasi baik berupa barang (Selain Pakaian) dan non material (Uang) yang akan difungsikan sebagai penunjang ‘amunisi’ untuk respon ke Penyitas di sekitar lokasi bencana kebakaran di TPA Putri Cempo.