Sabtu, 03 Oct 2026
Suara Kobeng | Aspirasi, Berani dan Aksi
PCPM Kota Bengawan Adakan Kajian Mendalam Tentang Pembaruan Iman di Era Modern
Penulis: Andi Pras
PERSYARIKATAN - 01 Oct 2026 - Views: 28
image empty
By : Andi Pras

SURAKARTA - Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan kembali menyelenggarakan program kajian inspiratif bertajuk NGETEH (Ngaji Enteng Entuk Hikmah). Acara yang terbuka untuk masyarakat umum ini diselenggarakan pada Selasa malam, 29 September 2026 bertempat di Masjid Al-Huda Gurawan, Pasar Kliwon, Surakarta. Kajian kali ini menghadirkan Ustadz Habib Asy Syuhada’, Lc. (Bidang Dakwah PCPM Kota Bengawan) sebagai narasumber dengan mengangkat tema yang sangat relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat modern, yakni “Cas Iman: Ketika Hati Mulai Lelah dan Kosong”.

​Melalui tema ini, PCPM Kota Bengawan mengajak para jamaah untuk kembali menyegarkan spiritualitas dan keimanan, terutama ketika dihadapkan pada tekanan rutinitas sehari-hari yang seringkali membuat jiwa terasa hampa dan lelah. Konsep “NGETEH” sendiri sengaja dikemas agar penyampaian materi agama terasa santai (enteng) dan mudah dicerna, namun tetap sarat akan hikmah dan pemahaman yang mendalam.

​Kajian yang dimulai pada pukul 19.12 WIB (bakda Isya awal) ini tidak hanya memfasilitasi jamaah yang hadir langsung di Masjid Al-Huda, tetapi juga menjangkau audiens yang lebih luas. Panitia menyediakan fasilitas siaran langsung (live streaming) melalui kanal YouTube PCPM Kota Bengawan, memastikan bahwa syiar dakwah dan ilmu yang bermanfaat tidak terhalang oleh jarak.

​Melalui program-program seperti ini, PCPM Kota Bengawan berharap dapat terus menjadi wadah pencerahan dan pembinaan spiritual bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Surakarta dan sekitarnya

Poin Utama Kajian adalah sebagai berikut :

  • Hakikat Islam dan Iman : Mengacu pada Hadis Jibril, peserta diingatkan kembali mengenai fondasi rukun Islam dan rukun iman sebagai landasan utama seorang Muslim.
  • Salat yang Bermakna     : Kajian menyoroti pentingnya salat yang tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi dilakukan dengan penuh kekhusyukan, menghindari sikap bermalas-malasan, serta menjauhi sifat riya atau ingin dipuji manusia
  • Pentingnya Bersyukur     : Pembicara mengajak jemaah untuk selalu bersyukur atas kemudahan dalam beribadah dan melangkah ke masjid
  • Hakikat Islam dan Iman : Mengacu pada Hadis Jibril, pembicara menjelaskan rukun Islam (syahadat, salat, puasa, zakat, haji) dan rukun iman sebagai fondasi dasar bagi setiap Muslim
  • Sifat Orang Munafik dalam Salat  : Mengingatkan agar salat tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi dilakukan dengan khusyuk, tidak bermalas-malasan, dan bukan karena ingin dipuji manusia
  • Dunia sebagai Tempat Singgah  : Dunia diibaratkan seperti bangkai yang tidak berharga di mata Allah, sehingga kita diingatkan untuk tidak terlalu terpaku pada urusan duniawi

Cara Menjaga Iman: Untuk tetap istiqamah, jemaah disarankan melakukan tiga hal:

- Menjauhi maksiat: Menjaga diri dari perbuatan dosa yang dapat melemahkan iman

- Berkumpul dengan orang saleh: Berteman dengan orang-orang berilmu di majelis ilmu untuk mendapatkan ketenangan dan rahmat Allah

- Mengingat kematian: Menjadikan kematian sebagai pengingat untuk terus beramal baik sebelum waktunya habis

Kajian ini diharapkan dapat memberikan suntikan semangat spiritual bagi para pemuda dan jemaah di Kota Bengawan agar tetap produktif dan berakhlak mulia di tengah arus modernisasi.