KARANGANYAR - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kota Surakarta sukses menyelenggarakan acara "Sarasehan Relawan Muhammadiyah Kota Surakarta" Di Villa Kemuning Resort & Camp sabtu-Ahad, 12-13 September 2026 silam. Acara ini menghadirkan Ustadz Ibrahim Landung sebagai narasumber utama untuk memberikan pembekalan spiritual serta penguatan etika bagi para relawan kemanusiaan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ibrahim Landung mengingatkan para relawan, khususnya yang bernaung di bawah Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kota Surakarta, agar senantiasa menjaga niat dan keikhlasan dalam setiap tugas di lapangan. Beliau menyoroti tiga poin krusial yang harus dipegang teguh oleh setiap relawan:
Mengambil teladan dari kisah sahabat Nabi, Abu Thalhah, yang rela menahan lapar demi menjamu tamu Rasulullah SAW . Para relawan didorong untuk senantiasa menumbuhkan jiwa pengorbanan dan mendahulukan kepentingan masyarakat yang membutuhkan.
Ustaz Ibrahim menegaskan bahwa setinggi apa pun nilai humanisme yang dijunjung di daerah bencana, seorang relawan muslim tidak boleh menanggalkan syariat agama . "Se-humanis-humanisnya Anda, syariat itu harus tetap berada pada relnya. Jangan sampai nilai humanisme menghilangkan keislaman kita, apalagi sampai meninggalkan ibadah seperti salat," tegas beliau.
Ini merupakan penyakit hati yang dinilai paling berbahaya bagi seorang relawan. Ustaz Landung memperingatkan bahwa sifat ujub dan merasa diri sebagai pusat pergerakan dapat menghancurkan amal kebaikan, ibarat hujan deras yang menyapu bersih debu di atas batu yang licin.
Sesi sarasehan juga diwarnai dengan tanya jawab interaktif, salah satunya menyinggung tren personal branding di kalangan relawan. Menanggapi hal tersebut, Ustaz Landung menyarankan agar relawan tidak terlalu sibuk mengunggah foto diri sendiri yang berpotensi memunculkan sifat riya dan ujub. Sebagai solusi, dokumentasi sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada tim media/admin lembaga , sehingga relawan dapat bekerja dengan ikhlas dan tulus.
Acara ini ditutup dengan harapan agar materi yang disampaikan dapat menjadi ghirah (semangat) bagi relawan yang turun ke lapangan, sehingga amal kebaikan mereka tidak hanya bermanfaat di dunia, tetapi juga bernilai pahala di akhirat.