Jumat, 16 Oct 2026
Suara Kobeng | Aspirasi, Berani dan Aksi
PCPM Kota Bengawan feat Majelis Tabligh PDM Kota Surakarta adakan Takziyah Virtual : Almarhum adalah kader sejati !
Penulis: admin
PERSYARIKATAN - 15 Oct 2026 - Views: 131
image empty

Solo - Pasca wafatnya Alm Ustadz H. Ahmad Sukidi, M.Pd. pada Selasa, 13 Oktober 2026, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan bersama Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas (MTDK) PDM Kota Surakarta menggelar takziyah Virtual.

Acara yang diselenggarakan Kamis, 15 Oktober 2026 malam yang dimulai pukul 19.12 WIB turut menghadirkan Ust Ghofar Ismail, S.Ag selaku wakil ketua MTDK PDM Kota Surakarta, Drs. KH Subari dan Dr Suyanto, M.Pd.I selaku perwakilan dari ayahanda PDM Kota Surakarta. Hal yang menarik, takziyah Virtual juga turut mengundang keluarga Almarhum

Semua warga dan pengurus Muhammadiyah kota Surakarta merasa kehilangan setelah wafatnya alm Ust. Sukidi. Ustadz Ghofar Ismail dalam sambutannya menuturkan, "Kita kehilangan sosok panutan dalam pengkaderan". Hal senada juga disampaikan oleh Dr Suyanto saat menyampaikan materi, "Betul apa yang disampaikan ustadz Ghofar, alm Ustadz sukidi merupakan sosok ayah, sosok kakak yang selalu memotivasi dan meninggalkan hal yang baik saat mengemban amanah dalam persyarikatan Muhammadiyah. Ada beliau, peneduh bagi kader-kader di bawah"

Adapun KH Subari menuturkan bahwa Alm Ustadz Sukidi sosok yang luar biasa. "Bisa kita contoh teladan yang baik tentang almarhum, Totalitas dan Loyalitas yang tidak diragukan. Mulai dari menjadi marbot salah satu masjid di daerah kampung sewu, sampai bisa menjadi sekarang ikut aktif dan mengembangkan dakwah persyarikatan Muhammadiyah". Candra Cahyadi, Ketua PCPM Kota Bengawan menyampaikan pesan terakhir saat bertemu dengan beliau almarhum, "Beliau memberikan amanah kepada kami, kawulo muda untuk ngaji, ngaji, dan ngaji. Semangat Membangun dakwah di akar rumput"

Terakhir, Keluarga juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam dengan adanya takziyah Virtual ini menjadi ajang silaturrahmi, dan tidak terputus untuk aktif persyarikatan meskipun almarhum sudah tiada.