Manifestasi upaya untuk membangun cinta kepada nabi Muhammad SAW agar tidak sebatas lisan semata dapat melalui berbagai macam cara, diantaranya :
A. Meyakini Bahwa Nabi Muhammad SAW Adalah Utusan Allah SWT Dan Sebagai Penutup Para Nabi Dan Rasul
Seorang belum bisa dikatakan mencintai nabi Muhammad SAW jikalau orang tersebut belum yakin bahwa nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT yang terakhir dan tidak ada lagi utusan setelah beliau SAW. Allah SWT sendiri telah menetapkan nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan RasulNya. Hal ini telah termaktub dalam kalamNya QS Al-Anbiya’ : 107 yang artinya, “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”. Dalam FirmanNya yang lain juga disebutkan dalam QS Al-Ahzab : 40 yang artinya, “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah SAW dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah SWT Maha mengetahui segala sesuatu”
Adapun nabi Muhammad SAW sendiri bersabda mengenai tentang bahwa beliau adalah utusan Allah SWT, “Perumpamaanku dan perumpamaan para nabi sebelumku adalah seperti seorang lelaki yang membangun rumah dengan baik dan indah, kecuali satu tempat yang kosong dari satu batu bata di sudutnya. Maka orang-orang berkeliling dan mengagumi keindahannya, tetapi mereka berkata: Seandainya batu bata ini diletakkan di tempatnya!' Maka akulah batu bata itu, dan akulah penutup para nabi”. (HR Al-Bukhari No 3535)
B. Menjalankan Sunnah-Sunnah Nabi Muhammad SAW
Seorang tatkala dirundung cinta, pasti akan memprioritaskan orang yang telah ia cintai tersebut dan membuktikan cintanya dengan perbuatan. Begitu juga saat seseorang mengaku cinta kepada nabi Muhammad SAW, tentunya dengan menjalankan sunnah-sunnah nabi Muhammad SAW. Sebagaimana hal tersebut telah disabdakan nabi Muhammad SAW kepada Anas bin Malik RA, “Wahai, anakku! Jika kamu mampu pada pagi sampai sore hari di hatimu tidak ada sifat khianat pada seorangpun, maka perbuatlah,” kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku lagi: “Wahai, anakku! Itu termasuk sunnahku. Dan barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku. Dan barangsiapa yang telah mencintaiku, maka aku bersamanya di Surga” (HR Tirmidzi No 2678)
C. Membela Sunnah-Sunnah Nabi Muhammad SAW
Membela sunnah maksudnya adalah memelihara dan melestarikannya. Nabi Muhammad SAW mendoakan orang yang memelihara dan melestarikan sunnahnya dengan sabdanya, “Semoga Allah menceriakan wajah seseorang: ia mendengar sesuatu dari kami lalu ia menyampaikannya sebagaimana ia mendengarkannya. Banyak sekali orang yang diberi berita lebih paham daripada orang yang mendengar”. (HR Tirmidzi No 2656)
D. Ridha Dengan Syari’at Yang Dibawa Nabi Muhammad SAW
Di antara bukti mencintai Rasulullah Saw ialah ridha syariat yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan dari Al-Abbas RA bahwa ia mendengar nabi Muhammad SAW bersabda, Telah merasakan lezatnya iman siapa yang ridha Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Rasulnya” (HR. Muslim). Ridha adalah kata yang menghimpun pengertian menerima dan mematuhi. Tidak dinamakan ridha kecuali dengan penerimaan secara mutlak dan kepatuhan secara sempurna, baik lahir maupun batin, terhadap apa yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW dari Rabbnya. Jika seorang muslim telah ridha Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasulnya, maka ia tidak akan menoleh kepada selain petunjuknya, tidak menyimpangkan perilaku kepada selain sunnahnya, menjadikannya sebagai hakim dan berhukum kepadanya, menerima keputusannya dan menjalankannya, mencontoh dan mengikutinya, serta ridha terhadap segala yang dibawa dari sisi Allah SWT.
E. Memperbanyak Shalawat Kepada Nabi Muhammad SAW
Allah SWT memerintahkan kepada para hambanya untuk memperbanyak shalawat kepada nabi Muhammad SAW. Tanpa ikatan dan batasan jumlah, memperbanyak shalawat merupakan bagian dari ibadah seorang muslim. Hal ini sebagaimana telah termaktub dalam kalamNya QS Al-Ahzab : 56 yang artinya, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”
Saat seorang hamba bershalawat kepada nabiNya, kebaikan akan kembali kepada hamba tersebut. Selain itu menjadi asbab diampuninya dosa-dosa (kecil) serta diangkatnya derajat oleh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda, “barang siapa saja yang membaca shalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan”. (HR An Nasa’i)
Dan tentunya masih banyak metode/cara membangun cinta kepada nabi Muhammad SAW.
Nashrun minallah wa fathun qarib. Fastabiqul Khairat
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an Al-Karim
Al-Abani, Muhammad Nashiruddin. 1991 M. Sunan Tirmidzi. Beriut : Maktab Islami (Maktabah Syamilah)
Ibnu Ismail, Muhammad. 1893 M. Shahih Al-Bukhari. Mesir : As-Sulthaniyyah (Maktabah Syamilah)
Ibnu Sulton, Ali. 2002 M. Muroqotul Mafatih. TK : Dar Al-Fikr (Maktabah Syamilah)